Share :

Deputi LAN: Inovasi Dukcapil Lampaui Ekspektasi Masyarakat

2020-03-24 13:51:31

Jakarta - Inovasi datang masalah minggir. Itulah harapan bahwa setiap masalah bisa diatasi dengan inovasi, pula sekaligus menghasilkan perubahan. 

Menurut Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Basseng, M.Pd., bahwa pekerjaan seorang pemimpin adalah mempromosikan inovasi yang dibuatnya. 

Tidak cukup sampai di situ, selanjutnya sang pemimpin juga mesti memasarkan dan menyampaikan kepada publik bahwa kebaruan yang sudah diimplementasikan di instansinya bisa dibuktikan bersama.

"Untuk itu kami sampaikan terima kasih kepada para peserta yang telah menunjukkan kompetensi seorang pemimpin, yakni mempromosikan kepada publik inovasi yang dibuat instansinya," ujar Dr. Basseng dalam sambutannya saat membuka Pameran Inovasi dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat 1 Angkatan ke 43 di Gedung Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Rabu (4/12/2019).  

Basseng menyatakan publik ingin mengetahui berbagai perubaban yang telah dilaksanakan peserta Latpimnas di instansi masing masing. "Untuk itu pada kesempatan ini saudara telah menunaikan salah satu nilai dari seorang pejabat publik yaitu menyampaikan hal-hal yang baru kepada masyarakat berupa inovasi yang saudara buat," kata Basseng di hadapan sekitar 23 peserta Latpimnas dari berbagai instansi termasuk Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang tak lain Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pameran tersebut Prof Zudan menampilkan berbagai inovasi di bidang layanan administrasi kependudukan (Adminduk). Antara lain penerapan tanda tangan digital yang tak pelak mengubah paradigma layanan dokumen kependudukan dari manual menjadi digital dan layanan dalam jaringan (daring/online).

Selain itu stand Dukcapil menampilkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang mirip ATM bank. 

ADM tak lain mesin pencetak dokumen kependudukan mulai dari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak (KIA), akta lahir dan akta mati. Bentuknya tak ubahnya mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dikenal lama oleh sektor Perbankan. 

Zudan menjelaskan, dengan adanya ADM ragam pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) semakin mudah dan cepat. Masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan bisa langsung ke kantor Dukcapil, mengurus secara online, dan sekarang melalui mesin ADM.

“Inovasi ini dirancang khusus agar masyarakat bisa mencetak dokumen dengan cepat, mudah, gratis dan berstandar sama tanpa diskriminasi. Melalui ADM, kita bisa mencetak sendiri KTP-el, KIA, akta lahir, kartu keluarga, akta mati,” ungkapnya. 

Zudan memaparkan, sistem bekerja dengan pengamanan nomor induk kependudukan (NIK), PIN dan QR Code. Mesin ADM ini akan masuk dalam e-catalog. Ditargetkan tahun ini sudah dapat diimpelementasikan di berbagai daerah.

Bagi Dr Basseng, festival inovasi ini ada kaitannya dengan pembelajaran. "Seperti kita ketahui bersama bahwa LAN mendapatkan mandat untuk mengembangkan kompetensi. Oleh karena itu, LAN berupaya mengimplementasi hal-hal yang bisa menjadi sumber pembelajaran. Festival inovasi merupakan salah satu sumber pembelajaran yang sangat efektif dan efisien," ujarnya.

Menurutnya, setiap inovasi akan membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat termasuk yang telah dilakukan Prof Zudan di Ditjen Dukcapil Kemendagri. 

"Apalagi yang diinovasikan adalah suatu kebutuhan mendasar masyarakat yaitu KTP. "Masyarakat bisa dilayani secara cepat, tidak dengan cara manual tetapi menggunakan teknologi informasi. Nah ini memang inovasi seperti ini yang diharapkan oleh masyarakat. Inovasi yang dilakukan Ditjen Dukcapil Kemendagri di bawah Prof Zudan itu sudah melebihi ekspektasi dari masyarakat. Sebab ini bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lebih baik," kata Dr Basseng. Dukcapil***