Share :

Data Kependudukan Jembatan Menuju Indonesia Integrated dan Connected

2020-03-24 13:38:31

Jakarta - Inovasi dan ingin selalu berubah lebih baik selalu ada di benak Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang masih diamanahi pemerintah sebagai Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Prof. Zudan ini ternyata sangat menginginkan agar segera terwujud integrated dan connected di Indonesia, atau Indonesia yang terintegrasi serta terhubung/terkoneksi.

"Untuk itulah di tahun 2020 Dukcapil akan melanjutkan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam hal pemanfaatan data kependudukan, KTP-el, NIK, data biometrik sidik jari, irish mata dan face recognition. Agar terwujud Indonesia yang integrated and connected, caranya dengan mendorong pemanfaatan data kependudukan. Jadi jembatannya adalah data kependudukan," kata Prof. Zudan dalam pidato refleksi akhir tahun sekaligus pelepasan pegawai Dukcapil yang memasuki masa purna bhakti di kantor pusat Dukcapil, Gedung C lantai 4, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
 
Di bidang kesehatan dirinya ingin mewujudkan rumah sakit yang terintegrasi atau integrated hospital. 

Kemudian dengan dunia pendidikan, dirinya mendorong agar sekolah dan perguruan tinggi terintegrasi data siswa dan mahasiswanya. "Sehingga kalau kita ketik NIK seseorang bisa keluar data ijazah SD, SMP, SMA sampai S1, S2, S3 dari perguruan tinggi mana," kata dia.

Zudan ingin ke depannya semua dokumen yang dibutuhkan masyarakat terhubung dengan nomor induk kependudukan (NIK). Itulah amanat dari UU Adminduk, yang disebut single identity number (SIN). 

"Jadi GISA, big data kependudukan, Dukcapil go Digital dibangun untuk mewujudkan SIN. Bagaimana NIK itu masuk dalam semua struktur pemanfaatan data. Jadi data yang digunakan dalam semua pross pelayanan publik menggunakan data kependudukan Dukcapil," jelasnya sungguh-sungguh. Dukcapil***