Share :

4 Daerah Sudah Implementasikan Anjungan Dukcapil Mandiri

2020-03-24 13:35:20

Jakarta - Salah satu inovasi terbaru yang fenomenal di Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di tahun 2019 adalah Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

ADM ini tak lain adalah mesin untuk mencetak dokumen kependudukan. Sejauh ini sudah ada 7 dokumen yang bisa dicetak lewat ADM, yakni akta lahir, akta mati, akta kawin, akta cerai, KK, KIA, dan KTP-el.

"Jadi konsepnya tempat mencetak, jadi mengurus pertamanya di Dinas Dukcapil yang sudah menyediakan layanan ADM ini. Dengan ADM, warga yang membutuhkan dokumen kependudukan bisa mencetak dokumen yang dibutuhkan kapan pun. Tempatnya bisa di mana pun. Yang kedua, ADM memudahkan masyarakat untuk mencetak dokumen kependudukan dengan cepat, tanpa mengantre. Kemudian karena tidak berhubungan langsung dengan petugas bisa menghilangkan pungli," jelas Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam konferensi pers awal tahun di Gedung F lantai 4, kantor Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, Selasa (14/01/2020).

Adapun pada 2019 kemarin ada 4 daerah yang sudah membeli mesin ADM, yaitu Kabupaten Magetan 2 unit, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 2 unit, Kota Tangerang Selatan 1 unit, dan Kabupaten Wonogiri 1 unit.

"Saya berharap para kepala daerah gubernur, bupati, wali kota bisa membeli ADM ini sebagai wujud concern pada peningkatan kualitas layanan publik. Saya juga berharap ADM dipasang di lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat, sehingga tidak terjadi penumpukan atau antrean masyarakat di kantor Dukcapil," kata Zudan mengimbau.

Masyarakat bisa menggunakan ADM dengan melakukan registrasi terlebih dulu, seperti bank mengharuskan nasabah registrasi permohonan kartu ATM.

"Warga masyarakat harus datang ke Disdukcapil terdekat agar penduduk terdata dirinya, nomor hape, dan alamat e-mail nya. Ini juga untuk memastikan bahwa orangnya benar yang bersangkutan. Dukcapil melakukan yang namanya: electronic-know your customer (e-KYC) atau prinsip mengenal customer secara hati-hati," kata Prof. Zudan.

Setelah itu petugas Disdukcapil akan mengirimkan notifikasi berupa nomor PIN dan mendapatkan barcode atau QR code untuk bisa login di ADM.

Kalau sudah mendapat PIN Dan QR code warga bisa memakai ADM dan mencetak dokumen yang dibutuhkan. Setiap PIN hanya berlaku untuk mencetak satu dokumen. Masa daluwarsa penggunaan ADM adalah dua tahun. Setelah lewat dua tahun warga yang masih membutuhkan dokumen harus meregistrasi ulang dirinya. Registrasi ulang tidak harus datang ke Disdukcapil

"Kalo masyarakat sudah datang mendaftar ke Disdukcapil terdekat, maka petugas akan mengirimkan notifikasi lewat SMS atau e-mail untuk bisa login dan mencetak dokumen yang diinginkan," jelasnya pula. Dukcapil***